Sistem Pelayanan Digitalisasi (SIPENDI) Di RSUD Sekayu

Sistem Pelayanan Digitalisasi (SIPENDI) Di RSUD Sekayu –  Transformasi digital pada dunia kesehatan sudah tidak dapat dihindari lagi. Industri bidang lainnya sudah lebih dulu maju dalam hal digitalisasi. RSUD Sekayu, Musi Banyuasin terus berupaya meningkatkan kualitas dengan memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi dan menunjang aktivitas yang ada di RSUD Sekayu.

Sistem Pelayanan Digitalisasi (SIPENDI) Di RSUD Sekayu

Sistem Pelayanan Digitalisasi (SIPENDI) Di RSUD SekayuSipendi RSUD Sekayu dalam penerapannya memiliki berbagai cabang program salah salunya sistem digitalisasi dalam bidang visite dokter. Visite dokter yang semula menggunakan berkas rekam medik, kini telah dialihkan menjadi berkas online. Dokter melakukan peng-entry-an data hasil visite
kedalam aplikasi SIM-RS yang digagas oleh Kementrian Kesehatan. Inovasi ini bertujuan untuk meminimalisasi anggaran rekam medik pasien dan juga mendukung RSUD Sekayu untuk bersaing di era disrupsi kesehatan 4.0.

Perkembangan teknologi digital dalam bidang kesehatan seperti telemedicine, artificial intellegence/ kecerdasan artifisial, blockchain, IoT (internet of things), dan pelayanan robotic digadang akan menjadi terknologi yang semakin diterapkan di tahun-tahun mendatang.

Transformasi digital pada industri kesehatan akan semakin berkembang pesat, oleh karena
itu Indonesia harus bersiap menuju era disrupsi kesehatan 4.0, Kesiapan Indonesia melalui Kementrian Kesehatan menuju era disrupsi kesehatan 4.0 ditunjukkan dalam berbagai inovasi smart e-health seperti telemedicine dan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit), SISRUTE (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi), aplikasi SehatPedia, sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), dan e-medical record.

Kementrian Kesehatan terus mendukung setiap komponen sistem kesehatan di Indonesia untuk melakukan upaya digitalisasi termasuk digitalisasi rumah sakit. Penerapan berbagai Inovasi smart e-health oleh Kementrian Kesehatan sudah seharusnya diterapkan oleh setiap rumah sakit baik swasta maupun rumah sakit pemerintah. Inovasi ini diharapkan untuk memudahkan rumah sakit dalam hal peningkatan layanan terhadap pasien.

Pelayanan terhadap pasien merupakan indikator keberhasilan sebuah rumah sakit. Pelayanan yang maksimal dengan waktu tunggu yang minimal akan meningkatkan ketertarikan pasien untuk memilih rumah sakit tersebut. Inovasi digitalisasi era disrupsi kesehatan 4.0 diharapkan mampu meminimalisir waktu tunggu dan paparan pasien di rumah sakit serta dapat menekan pengeluaran rumah sakit sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

Persentase penerapan sistem digitalisasi oleh rumah sakit di Indonesia cenderung kecil. Penerapan SIM-RS baru mulai diterapkan oleh sebagian besar rumah sakit khususnya rumah sakit di kota besar. Indikator SDM, sarana dan prasarana menjadi penghambat penerapan digitalisasi. Salah satu rumah sakit yang memulai penerapan digitalisasi adalah RSUD Sekayu.

RSUD Sekayu yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ini terus berupaya menerapkan inovasi program digitalisasi. Inovasi tersebut tertuang dalam Program Sipendi. Sipendi merupakan Sistem Penerapan Digitalisasi. Sipendi terdiri dari beberapa program yaitu Saroale, Larajaket, Sirensi, Terapi Holistik, Visite, Sidebat, dan Sistem Kepuasan Pasien. Inovasi ini diharapkan mampu membuat RSUD Sekayu menjadi salah satu rumah sakit digital yang dapat bersaing di era disrupsi kesehatan 4.0.

“Sistem Pelayanan Digitalisasi (SIPENDI) Di RSUD Sekayu”

Sumber : rsudsekayu.mubakab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here